Magang 1

Oke, postingan kali ini akan berkutat dengan pengalaman magang yang hanya berdurasi kurang lebih seminggu, yaitu dari tanggal 9-15 Januari 2017 ditambah 1 hari untuk diskusi dan evaluasi dari seminggu itu. Jadi, liburan pertama di semester pertama aku isi dengan magang di TSTJ (Taman Satwa Taru Jurug), kalo kalian nggak tau itu apa, intinya itu kebun binatang di Solo, tempatnya diapit oleh UNS (Universitas Sebelas Maret) dan Sungai Bengawan Solo, udah deket banget sama Karanganyar. Kalo pengin tahu lebih banyak lagi, klik aja!

“Kok semester satu udah bisa magang?”, hampir setiap orang tanya itu.

Jadi gini, kami yang di KH (Kedokteran Hewan) tepatnya di UGM, udah diijinkan magang dari pihak kampus, tapi aku kurang tahu dengan KH di kampus lain. Menurutku menguntungkan sih, kita bisa dapet pengalaman lapangan sejak dini, dari pihak kampus juga tidak mempersulit dalam ijinnya, minta surat ke BEM terus ke akademik, dapet deh surat permohonan magang, tinggal kita antar ke tempat tujuan. Kurang lebih itu alurnya kalau di UGM.

Oiya, walaupun dari kampus udah memberi ijin, tapi kami juga tidak bisa magang di semua tempat, ada tempat-tempat tertentu yang mengharuskan anak koas.

“Anak semester 1 bisa apa? Paling-paling bersihin tai gajah ya di TSTJ?”

IYA, bersihin tai, tapi bukan gajah. Kami yang bersembilan, aku, Khoi, Belajo, Muna, Pretty, Tita, Annisa, Mas Reno, dan Mas Hanif nggak dapet jadwal di kandang gajah.

Karena kami yang hanya bersembilan, oleh drh. Debby, kami dibagi per-kelompok berjumlah tiga orang, aku kelompok-3 dengan Muna dan Belajo.

20170113_100001
Kelompok 3 (Belajo, Febry, Muna)

Hari pertama kami di kandang harimau, dimana keeper-nya Pak Agus. Nggak melenceng dari asumsi kami dan orang-orang, ya, kami bersihin feces dan sisa makan harimau, okay it doesn’t matter, hasil dari kami belajar selama satu semester memang belum banyak, kami baru belajar ilmu-ilmu dasar. Btw, walaupun “cuma” membersihkan kandang, tapi aku pribadi seneng bisa  dapet pengalaman baru dan tahu gimana rasanya jadi zoo keeper, berat guys! Okay aku bakal uraikan kegiatan magang hari pertama aja ya,

Kami tiba di TSTJ 07.30, 30 menit buat jalan ke kandang, ±jam 08.00 kami sampai kandang masing-masing, karena jadwal hari pertama kami di harimau, yaudah cuss. Tapi untuk hari pertama itu kami telat karena harus nunggu dokter Debby dulu, jadi ketika sampai di kandang harimau utara, Pak Agus sudah selesai membersihkan kandang, lanjut kami ke kandang harimau lain, oiya btw di TSTJ ada 4 harimau, 3 betina dan 1 jantan, berdasarkan informasi dari Pak Agus Harimau-harimau tesebut adalah saudara, jadi tidak bisa saling dikawinkan. Sebelum membersihkan kandang harimau, kami membersihkan kandang beruang madu dulu, saat itu ada 2 kandang, tapi di kandang itu hanya ada 1 beruang, sedangakan beruang di kandang lain dibersihkan oleh Pak Wisnu, beruang di tempatkan di kandang terpisah, yaitu ruangan kecil yang biasanya terletak di pojok kandang, setelah itu beruang masuk, oleh Pak Agus beruang itu diberi madu, selain sebagai suplemen, madu itu juga sebagai trik, karena beruangnya patuh perintah Pak Agus. Setelah itu kami masuk kandang, mulai membersihkan sisa pakan, feces, daun jatuh di bak, bak minum di kuras, lantai digosok dengan sapu yang diawali dengan diberi air sabun lalu dibilas, begitupun dengan baknya, selesai , untuk kandang beruang.

Sedangkan untuk kandang harimau, kurang lebih sama, hanya saja harimau tidak diberi madu, selain itu setelah lantai dan bak bersih, lantai dan bak minum diberi air yang sudah diberi EM-4, selesai untuk kandang harimau.

Selain membersihkan kandang, kami juga memberi makan, untuk harimau diberi daging sapi dan ayam, oiya, saat itu untuk salah satu harimau yang di kandang utara, paha kiri luka akibat bertengkar, maka diletakkan di kandang terpisah. Untuk perawatan lukanya, kami beri maxipen yang disemprotkan tepat pada lukanya. Ya, kurang lebih itu, intinya untuk kandang-kandang lain cara membersihkan kurang lebih sama.

Berikut keseruan-keseruan kami selama magang,

Satu hal baru yang membuka mata dan pikiranku adalah tidak seharusnya kita merendahkan suatu pekerjaan, apapun itu. Menjadi zoo keeper, yang kelihatannya cuma bersih-bersih kandang, memberi makan hewan, tapi berat juga, intinya luar biasa. Selain itu magang ini juga menyadarkanku, ketika seringkali aku meremehkan anak-anak SMK yang PKL “hanya” sekedar jaga toko, rental, bersih-bersih, dsb. Ternyata itu salah, iya salah. Skills dasar itu penting, sangat penting. Misal untuk aku pribadi, untuk menjadi dokter hewan yang hebat, selain kita tahu dan paham akan pentingnya kebersihan hewan serta kandangnya, kita harus tahu bagaimana membersihkan dengan benar, jika kita ambil pesan dari dibalik hebatnya perusahaan yang dikelola Nyai Ontosoroh dalam tetralogi Buru-nya Pramoedya Ananta Toer, yaitu Bumi Manusia, intinya kita harus bisa melakukan lebih dari pegawai kita, dalam roman tersebut diceritakan mengenai memerah susu, hasil perahan kita harus lebih banyak dari pegawai, hal terseut dimaksudkan agar kita bisa memberi contoh yang baik, jadi kita tidak hanya memerintah hal yang sebenarnya kita saja tidak mampu melakukan.

Sekian postingan kali ini.

1484651037340
Salam dari kami, Viva Veteriner!
Magang 1