Kenapa Ma?

“Kenapa sih harus bantu mama masak?”

“Kenapa tiap hari harus ke dapur?”

“Ahh!”

Setiap kali mamanya mengajaknya ke dapur, dia selalu protes, dalam hati. Ia tidak menyukai semua itu, membosankan, ia selalu merasa hanyalah anak kecil yang nggak perlu bergulat dengan pisau dapur. Mengupas bawang, memotong sayuran, membalik masakan, meracik bumbu, dan memasak. Oioi mulai mahir melakukan itu semua, tapi tetap saja ia tidak menyukainya.

Hingga suatu hari….

Dunia luar memanggilnya, dimana ini menandakan ia mulai tumbuh dewasa dan tanpa ada yang memintanya, ia mulai memikirkan masa depannya, iya, masa depan.

Sekolah di kota menjadi takdirnya, berat memang, jarak yang jauh mengharuskan ia untuk hidup terpisah dengan keluarganya, sebut saja nge-kos.

“Wah asyik nih, nggak perlu masak-masak lagi nih!”

Ternyata salah….

Di kota ia hidup di sebuah rumah kontrakan bersama ketiga temannya, Kakak A, Kakak B, dan C. Kepada yang punya rumah mereka mengaku keluarga, jika tidak mereka tidak akan diijinkan untuk menempati rumah itu, bukan apa-apa, karena mereka heterogen.

Pada awalnya yang hanya mengaku-ngaku, akan tetapi mereka hidup memang seperti layaknya keluarga, ada yang ini, ada yang itu, dan ada yang masak layaknya seorang ibu, itulah tugas oioi.

“Ternyata masih masak, hadehh.”

Letak rumah yang strategis, begitu menguntungkan untuk oioi. Setiap pagi, sebelum bersekolah, ia tak perlu berjalan jauh untuk membeli seikat bayam dan tempe.

Dikala anak-anak yang lain antri mandi atau bahkan masih terlelap dengan selimut tebalnya, oioi dan temannya C asyik dengan pisau dapurnya, layaknya seorang ibu.

Sarapan yang sungguh luar biasa, begitu nikmat….

“Untung dulu mama selalu maksa aku buat bantuin masak, efeknya jadi keren gini.”

Sesuatu yang dulu ia benci, kini berbalik, ia merasa beruntung, karena ketika lapar ia nggak hanya bisa update status atau delivery order, tapi ia bisa menyulap apa yang ada di dapur menjadi semangkuk energi.

Nggak ada seorang ibu yang membuat anaknya susah, semua yang ia lakukan pasti bertujuan baik, mungkin nggak bisa dilihat sekarang, tapi nanti, kalau emang udah waktunya….

 

Advertisements
Kenapa Ma?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s